Demi Waktu Yang Memiliki Durasi Sama

Setiap orang dianugerahi ruang dan durasi waktu yang sama, 24 jam sehari, tidak lebih semenit pun, juga tidak kurang sedetik pun.

Ungkapan waktu banyak dibahas di beberapa kalangan baik ilmuwan, maupun cendekiawan, orang Eropa sering mengatakan “Time is Money” (waktu adalah uang), begitulah ungkapan Orang Barat dalam mengambarkan betapa pentingnya waktu.  Sementara itu, pepatah Arab menyebutkan “Alawaqtu kas saifi in lam taqtha’hu qatha’aka“, yang bermakna waktu itu adalah pedang, jika kau tidak bisa menggunakan pedang tersebut maka kamu yang akan terhunus olehnya.

Ungkapan yang tepat untuk menggambarkan dengan semangat di atas, “Waktu seperti pedang, jika tak ditaklukkan dengan baik, maka benda itulah yang justru akan menebas pemiliknya”. Sejatinya, waktu adalah makna dari hidup itu sendiri.

Demikian pentingnya masalah waktu ini , Allah SWT berfirman dalam Alquran “Demi masa, Sesungguhnya, manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-‘Ashar [103] : 1-3).

Dalam Surah Al Ashar tersebut disebutkan ada empat golongan yang tidak merugi.

Pertama ialah mereka yang senantiasa meningkatkan kualitas iman, karena orang yang beriman hidupnya akan terasa aman.

Kedua, orang-orang yang senantiasa meningkatkan kualitas amal saleh.

Ketiga, mereka yang selalu saling menasihati tentang kebenaran, yaitu kebenaran yang diturunkan Allah SWT melalui Alquran.

Keempat, mereka yang selalu saling menasihati dalam mengamalkan sikap sabar. “

Waktu merupakan nikmat besar yang diberikan Allah kepada manusia sebagai sarana beraktivitas untuk urusan duniawi sekaligus sarana beramal untuk urusan akhiratnya. Waktu tidak akan pernah kembali, Setiap detik, menit dan jam yang telah berlalu tidak akan bisa kembali ke awalnya.

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka bertanyalah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman: “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu mengetahui.” (QS. 23: 112-114). Keberkahan sebuah waktu adalah ketika kita dapat mengatur waktu dan hidup sebermakna mungkin dan tidak lagi melakukan kegiatan-kegiatan bernilai rendah.

Dalam perspektif yang lain, orang yang merugi adalah, orang yang banyak memikirkan sesuatu yang tidak harus dipikirkan. Banyak mengerjakan sesuatu yang tidak seharusnya dikerjakan. Banyak membicarakan hal-hal yang tidak perlu dibicarakan. Dan, banyak mengurus sesuatu yang bukan urusannya. Hidup di dunia ini menyenangkan dan di akhirat akan lebih menyenangkan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *