Belajarlah Diam Sebagaimana Kalian Belajar Bicara

Makna diam yakni menahan diri untuk tidak berbicara meski dia mampu untuk melakukannya.
Namun dia tetap menahan lisannya untuk tidak mengucapkan apapun

Jika seseorang membiasakan diri untuk diam,
maka itu akan menjadi kemampuan besar yang menunjukkan kesempurnaan kepribadiannya
dan dahulu para salaf belajar dan berusaha mengamalkan hal ini

Diam yang berkaitan dengan keselamatan pemikiran adalah diam agar tidak mendatangkan fitnah dan cobaan bagi dirinya dan orang lain

Jika seseorang dapat menahan lisannya Maka tidak akan keluar darinya ucapan yang mendatangkan fitnah dan cobaan bagi dirinya dan orang lain
Dan tidak suka membuat, mencari, dan menyebarkan berita yang dapat membahayakan akalnya.

Barangsiapa yang menjaga lisannya, maka akan kuat hatinya
Dan barangsiapa yang kuat hatinya, maka akan sempurna akalnya
Sehingga menjaga lisan dan tidak banyak bicara akan membuahkan kekuatan akal bagi seseorang

Dan mereka mengetahui bahwa salah satu penjaga akal adalah dengan sedikit berbicara
Bahkan dahulu mereka dapat menghitung ucapan mereka dari satu jum’at hingga jum’at berikutnya
Untuk menunjukkan bahwa sedikit bicara akan membuahkan kekuatan akal

Jika akal menjadi kuat, maka ia tidak akan terjerumus ke dalam hal yang merusak ketentramannya
Sebaliknya, penjagaan lisannya adalah sebab bagi kekuatan akalnya
Sehingga orang-orang yang diam dan berbicara hanya ketika dibutuhkan, adalah orang-orang yang paling sempurna akalnya

Dan kesempurnaan akal mereka akan menuntun mereka kepada kesempurnaan agama mereka Sehingga kamu hampir tidak dapat menemui orang yang senantiasa menjaga lisan yang rusak pola pikirnya, Baik itu dalam hal keamanan dirinya atau hal lainnya

Dan mayoritas orang yang terganggu pola pikirnya, Baik itu dalam perkara ketentraman, ekonomi, kehidupan berkeluarga, dan lainnya…
Adalah orang yang banyak bicara dan banyak membual Karena orang yang banyak bicara, maka akalnya tidak dapat fokus

Dan orang yang tidak dapat fokus, maka keadaannya akan menjadi buruk Di antara penyebabnya adalah kerusakan dan gangguan yang terjadi pada akalnya.
Maka hendaklah setiap orang untuk sungguh-sungguh belajar untuk diam
Demi menjaga akalnya dari berbagai gangguan
Yang di antaranya dapat membahayakan dirinya dan merusak ketentramannya

sumber: https://nasehat.net/belajarlah-diam-syaikh-sholih-al-ushoimi-nasehatulama/no

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *